“Telur Asin Bertato” [Part 1]

Dalam beberapa hal terkait improvement, terkadang kita diminta untuk melakukan rekayasa proses untuk meminimalkan proses yang berlebih (over processing).

Trik sederhana untuk rekayasa proses yang mengalami “over processing” adalah dengan melakukan 3 alternatif solusi berikut:

  1. Reduce

mengurangi beberapa rangkaian proses, atau

  1. Combine

menggabungkan beberapa tahapan proses yang bisa dikerjakan sekaligus, atau

  1. Eliminate

Menghilangkan proses yang memungkinan untuk ditiadakan tanpa merubah mutu proses/ produk.

Lalu apa hubungannya dengan “Telur Asin Bertato” ?

Untuk memudahkan pemahaman, sebagai contoh kasus, kita ambil contoh analogi yang sangat sederhana…. “Telur Asin Bertato”…. ups,.. maksudnya “Telur Asin yang diberi Cap/ Stempel”,… Kenapa telur asin..? ya,.. Hampir semua orang kenal dengan “Telur Asin”.. 😊

Persisnya adalah proses “Stempel/ Pemberian Cap” pada telur asin.

Hingga saat ini, banyak produsen telur asin yang memberikan stempel/ cap berupa “merek” pada produk telur asin. Seolah sudah menjadi keharusan.

Telur asin yang sudah matang dipindahkan satu-per-satu ke tray telur, lalu di beri cap/ stempel satu-per-satu juga. Terjadi dua kali proses. Memindahkan telur satu-per-satu, lalu kemudian memberi cap pada telur asin tersebut satu-per-satu. Proses yang lumayan memakan waktu dan cenderung “over processing”.

Nah,.. menurut anda,.. apa yang harus dilakukan oleh produsen telur asin ini? 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.