Terbalik

Iya,.. terbalik. Beberapa masalah terkadang dapat kita pecahkan dengan cara membalik tindakan kita. Sebagai contoh kasus :

Ternak biasanya diberi tanda menggunakan besi panas – tahapan menyakitkan yang menyebabkan luka pada tubuh ternak dan rentan terhadap infeksi.

Untuk mengurangi rasa sakit dan infeksi, besi penanda tersebut tidak lagi dipanaskan melainkan dengan didinginkan menggunakan nitrogen cair (minus 40 derajat celcius). Dengan besi super dingin inilah ternak tersebut diberi tanda. Tanda tersebut bersifat permanen, menghitamkan bulu/ kulit ternak tersebut tanpa menimbulkan efek luka dan rasa sakit layaknya besi panas.

Kenapa disebut metode terbalik,… iya, karena dari yang awalnya tindakan A diganti dengan tindakan yang berlawanan dengan A (metode Panas diganti dengan metode Dingin).

Dalam hal solusi pemecahan masalah maupun penemuan/ inovasi baik bersifat teknis maupun non-teknis,.. metode ini cukup sering kita jumpai. Misalnya :

  1. Awalnya “Orang-lah yang berjalan” dan “Tangganya yang diam”,… diubah menjadi “Orangnya diam” dan “Tangga-nya yang berjalan”, yak betul,… itulah penemuan Tangga Berjalan/ Escalator.
  2. Contoh serupa, Trotoar berjalan dan orang-nya diam.
  3. Menggunakan Pull system dibandingkan Push system.
  4. Untuk melonggarkan bagian yang macet, dinginkan bagian dalam dibandingkan memanaskan bagian luar.
  5. Untuk beberapa kasus, membuat customer menentukan harga menurut mereka sendiri.
  6. Design (Inovasi) Payung Terbalik.

.. dan seterusnya. Menarik bukan?,.. 😊

Nah, bagi anda, Rekan Cevral…. yang pernah “menelorkan” solusi dengan metode terbalik, boleh sharing pada comment dalam postingan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.